ZONA-DAMAI.COM – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) berkolaborasi untuk membumikan Panca Main Indonesia Senin, (19/10) di Provinsi Bali.

Panca Main Indonesia atau biasa yang disebut permainan tradisional yang saat ini mulai punah akibat permainan modern itu diharapkan digerakan kembali kepada masyarakat terutama generasi milenial di masa pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi DR. Rima Agristina, SH., SE., MM Mengatakan dengan maraknya game-game modern seperti game online, salah satu tantangan bahkan ancaman. Padahal Panca Main memiliki nilai-nilai Pancasila didalamnya.

“Selain untuk mempelajari nilai-nilai Pancasila. Melalui permainan tradisional itu juga untuk melestarikan permainan itu sendiri”, ucapnya.

Dirinya juga berharap, dapat memberikan dampak secara ekonomi kepada masyarakat. Karena menurutnya permainan tradisional Indonesia yang mencapai 2.600 itu belum memiliki dampak perekonomian.

“Maka dari itu selain dapat membentuk karakter-karakter anak bagaimana kita bisa membawa Panca main menjadi satu sarana untuk membawa masyarakat maju, bahagia, selamat dan Indonesia abadi”, terangnya.

Rima juga mengaku, pembumian Panca Main ini pertama kali dilakukan di Bali, karena Bali merupakan tempat pariwisata nomor satu. Meskipun demikian pihaknya akan terus mensosialisasikannya di Provinsi lain berkolaborasi dengan KPOTI, Pemerintah Daerah dan komunitas lainnya.

“Kenapa dipilih Bali terlebih dahulu, karena Bali merupakan tempat pariwisata Nasional nomor satu”, tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum KPOTI DR. M. Zaini Alif., S.sn. Mds. Mengaku akan berkomitmen bersama BPIP karena memiliki tujuan yang sama.

“Ya apa aja, Panca Main Indonesia ini sebenarnya media yang paling mudah untuk generasi saat ini untuk mengenal nilai-nilai Pancasila”, ungkapnya.

Dirinya berharap kepada orang tua dapat mengenalkan dan mengajarkan kepada anak-anaknya tentang permainan tradisional apalagi di masa pandemi COVID-19.

“Di masa pandemi ini kan anak-anak belajar di rumah menjadi kesempatan untuk bermain tradisional, sehebat-hebatnya permainan game online tetap akan bosan karena tidak berkomunikasi langsung dengan temannya”, terangnya.

Meskipun permainan biasa, tetapi Panca Main ini bukan sembarang permainan. Karena memiliki nilai yang disampaikan kepada masyarakat pada umumnya.

“Kami sudah memiliki perwakilan di 34 Provinsi dan ratusan di Kabupaten Kota sehingga diharapkan mudah untuk mensosialisasikannya”, tutup Zaini. (ER)