ZONA-DAMAI.COM – Pandemi Covid-19 membuat orang-orang diwajibkan memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Namun, tak sedikit orang yang ternyata masih abai soal menggunakan dan memperlakukan masker dengan tepat.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyampaikan, pada dasarnya masker memiliki bukti yang teruji ilmiah mampu memberikan proteksi terhadap paparan suatu virus, termasuk corona.

Namun, pemakaian masker tentu harus dikombinasikan dengan disiplin menjaga jarak. Sebab, biar bagaimanapun proteksi yang diberikan oleh masker tidaklah sempurna. Memang, ada jenis masker yang bisa memberi perlindungan maksimal, seperti masker N95. Sayangnya, masker tersebut bukan termasuk masker yang umum dipakai masyarakat luas.

“Seringkali orang ketika sudah pakai masker masih nekat berdekatan dan berkerumun. Ini tindakan yang salah,” ujar dia, Senin (24/5).

Pemakaian masker harus dilakukan dalam setiap aktivitas di luar rumah yang memungkinkan terjadinya interaksi dan kontak fisik, seperti di kantor, ruang publik, pusat perbelanjaan dan hiburan, restoran, hingga transportasi umum.

Sebenarnya, ada situasi tertentu yang memungkinkan seseorang tidak diwajibkan memakai masker. Salah satunya saat mengendarai mobil pribadi sendirian atau berdua dengan kerabat terdekat. Hal ini bisa dilakukan karena potensi kontak fisik dengan orang lain tampak minim, namun bukan berarti tingkat kewaspadaan berkurang.

“Yang terpenting selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker saat mengendarai mobil. Tapi, kalau tidak ingin repot-repot, lebih baik terus dipakai maskernya selama perjalanan,” ujarnya.

Masyarakat pun jangan sampai abai dalam urusan memasang dan melepas masker. Dicky berujar, saat memasang atau melepas masker, usahakan posisi tangan diarahkan ke tali masker yang melingkari sisi samping wajah dan telinga si pemakai.

Sebisa mungkin hindari kontak dengan permukaan masker bagian dalam yang berhadapan langsung dengan kulit wajah, hidung, dan mulut. Sebab, sidik jari yang tertinggal di permukaan masker tadi bisa saja mengandung virus, bakteri, dan kotoran yang berisiko bagi si pemakai.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu membawa masker cadangan saat berpergian dan beraktivitas di luar rumah. Hal ini untuk menghindari kemungkinan masker yang dipakai terkena kotoran sehingga tidak layak lagi digunakan.

Pastikan juga membawa plastik yang bersih untuk menyimpan masker ketika selesai digunakan. Jangan meletakan masker yang baru dipakai di atas benda-benda yang sering terpapar kontak fisik dengan manusia.

“Harus dipahami pula bahwa masker medis hanya bisa digunakan sekali saja. Kalau masker kain bisa dipakai berkali-kali tapi harus sering dicuci juga secara rutin,” tutur Dicky.

Dihubungi terpisah, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Campina Ice Cream Industry Tbk Adji Andjono Purwo mengatakan, dirinya selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Hal ini tentu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan virus Corona.

Ia juga mengaku biasanya melepas masker saat mengendarai mobil sendirian dan menggunakan mobil yang biasa dipakai. Umumnya, ia menggunakan masker bertipe duckbill ketika beraktivitas sehari-hari.

“Saya sehari dua kali pasti mengganti masker yang dipakai, yakni sehabis salat zuhur,” pungkasnya, hari ini (24/5).