Pengungkapan kasus dugaan terorisme di Front Pembela Islam (FPI) diharapkan tidak berhenti pada penangkapan Munarman. Polisi diminta segera menangkap mantan anggota FPI lain yang diduga terpapar radikalisme.

“Ini adalah yang sangat besar, keberadaan yang sangat besar. Bukan hanya pada titik penangkapan Munarman tapi lebih besar lagi bagaimana hal itu memberikan efek deteren bagi kelompok-kelompok atau simpatisan pada tindakan ekstrimisme, dan itu sebagian ada di FPI,” kata peneliti institute for security and strategic studies (ISESS) Bambang Rukminto

Bambang mengatakan banyak terduga teroris yang memanfaatkan nama FPI untuk beraksi. Polisi diminta segera mengungkap terduga teroris yang bersembunyi di balik nama FPI.

“Terorisme atau simpatisan ekstrimisme itu banyak sekali, di FPI pun tidak semuanya juga mempunyai paham ekstrimisme atau terorisme,” ujar Bambang.

Polisi juga diminta menggencarkan penangkapan eks anggota FPI yang terpapar radikalisme. Penangkapan diyakini bisa menimbulkan efek jera bagi mantan anggota FPI lain yang sudah terpapar radikalisme namun belum tertangkap.

“Jangan sampai yang semula hanya simpatisan pada gerakan sosial yang dilakukan FPI kemudian semakin besar kebenciannya kepada pemerintah, kepada kepolisian, ini yang mengarah kepada ekstrimisme,” tutur Bambang.