Fenomena Covid-19 yang tak kunjung usai telah mendorong pemerintah dan masyarakat untuk bersatu guna menanggulanginya. Kasus positif COVID-19 hingga kini terus menunjukkan peningkatan. Tak hanya para pemangku kebijakan saja, para mahasiswa juga dituntut untuk memberikan kontribusi nyata untuk menghadapi pandemi ini.

Menyikapi hal tersebut, Misbah Fikrianto, Koordinator Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan bahwa punya gugus tugas (pencegahan COVID-19), ini merupakan bagian dari bagaimana mewujudkan kontribusi kita sebagai kader bela negara, sebagai mahasiswa, sebagai dosen, untuk memberikan kemajuan pada negara.

“UPNVY punya gugus tugas (pencegahan COVID-19), ini merupakan bagian dari bagaimana mewujudkan kontribusi kita sebagai kader bela negara, sebagai mahasiswa, sebagai dosen, untuk memberikan kemajuan pada negara,” ujar Misbah.

Lebih lanjut, ia menegskan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki komitmen dan pengabdian pada bangsa dan negara. Tak hanya sekadar berpikir sebagai seorang mahasiswa, namun juga sebagai masyarakat Indonesia. Sebagai agen intelektual, mahasiswa didorong untuk memiliki cita-cita yang luhur untuk berkontribusi pada kemajuan Indonesia.

“Bangssa Indonesia butuh generasi muda. Kalau mahasiswa di kampus hanya kuliah pulang, ini jadi lebih berat untuk memberikan kesadaran kontribusi. Mahasiswa tidak hanya harus memiliki hardskill tapi juga softskill,” tambahnya.

Ditempat terpisah, pengamat pendidikan, Dwi As’ad, S.pd.,M.Pd, mengatakan bahwa ditengah pandemi ini sebaiknya para mahasiswa mengambil peran sebagai problem solving dan tidak memperkeruh kamtimmas dengan berbagai aksi demo dan black propaganda di media sosial. Mahasiswa sebaiknya tidak ikut mempolitisir keadaan sehingga menjadi penghambat bagi pemerintah didalam menyelesaikan permasalahan pandemi.