Aliansi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Satu melakukan aksi unjuk rasa di depan kampusnya Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menutup seluruh ruas jalan dengan menahan truk serta membakar ban sehingga mengakibatkan kemacetan panjang kendaraan. Dalam aksinya, mahasiswa membawa beberapa tuntutan dengan isu utama “Jokowi Ma’ruf Gagal Total.”

Dalam aksi tersebut mereka juga membawa kain bertuliskan tuntutan agar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin untuk turun dari jabatannya. Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai bahwa selama kepemimpinan Jokowi terjadi proses deregulasi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan semangat dan cita-cita negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

Menyikapi hal tersebut, budayawan MPPI, Pakde Ismu, mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan hal tersebut. Adek-adek mahasiswa pada saat ini seharusnya berfikir dan bertindak secara bijak. Alangkah lebih baik jika para mahasiswa bersynergi dengan lembaga terkait untuk membantuk menyelesaikan permasalahan pandemi, seperti aksi membagi-bagikan masker, sosialisasi Prokes melalui medsos atau mengumpulkan dana guna program peminjaman oksigen gratis.

“Seyogyanya para mahasiswa bersynergi dengan lembaga terkait untuk menyelesaikan permasalahan pandemi dan melakukan berbagai kegiatan sosial seperti aksi membagi-bagikan masker, sosialisasi Prokes melalui medsos atau mengumpulkan dana guna program”, ujar Pakde Ismu.

Lebih lanjut, budayawan yang merupakan lulusan magister filsafat IKJ tersebut, menghimbau segenap elemen masyarakat untuk memberikan kontribusinya sesuai dengan kemampuan masing-masing, sebab masih banyak lobang permasalahan didalam pandemi ini yang perlu ditutup.

“Segenap elemen masyarakat untuk memberikan kontribusinya sesuai dengan kemampuannya, sebab masih banyak lobang permasalahan didalam pandemi ini yang perlu ditutu” tambah Pakde Ismu