Varian baru covid-19 telah menimbulkan permasalahan baru didalam masa pandemi seperti sekarang ini. Tim satgas Cov-19 telah berhasil mengidentifikasi munculnya varian Delta ditengan masyarakat.

Sesditjen & Plt. Dirjen P2P Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menuturkan, meskipun ada varian baru Covid-19, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobiltas, dan menjaga kebersihan, maka pandemi ini dapat dikendalikan.

“Kita perlu mengingatkan terus kepada masyarakat bahwa kerugiannya sangat luar biasa apabila kita jatuh sakit karena COVID-19″, ujarnya.

Selain dipengaruhi oleh varian Delta yang pertama kali muncul di India, kondisi ini utamanya disebabkan melemahnya protokol kesehatan 3M di kalangan masyarakat. Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting dalam menimbulkan kembali kesadaran masyarakat agar lebih bersabar menjalankan prokes.

Menyikapi hal tersebut, pengamat politik dan keamanan Lesperssi, Jim Peterson, menghimbau agar para politisi untuk berhenti sejenak berpolitik praktis serta synergis untuk menyelesaikan permasalahan pandemi. Sebaiknya polar-polar politik di negeri ini mengesampingkan kepentingan politiknya sejenak dan melakukan konsolidasi guna kepentingan bangsa dan negara.

Lebih lanjut, pengamat yang pernah mengenyam pendidikan politik di Macquaire University dan Hubungan Internasional UI tersebut meminta segenap kelompok kepentingan maupun kelompok oposisi untuk ikut menghimbau para pengikutnya untuk taat kepada prokes dan berkontribusi selama masa pandemi cov-19.

“Kelompok kepentingan maupun kelompok oposisi seyogyanya ikut menghimbau para pengikutnya untuk taat kepada prokes dan berkontribusi selama masa pandemi cov-19”, ujar Jim Peterson.