Komunikasi kepada masyarakat harus dilakukan seimbang antara vaksinasi dan protokol kesehatan (prokes). Langkah penanganan pandemi COVID-19 tidak bisa dilakukan hanya dengan vaksinasi, melainkan harus komprehensif dengan prokes yang ketat demi menekan jumlah orang yang terinfeksi. Masyarakat perlu diingatkan tentang pentingnya prokes sebagai intervensi yang penting selain vaksinasi.

Menyikapi hal tersebut, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan bahwa Sekitar 4 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama. Terutama untuk lanjut usia (lansia) yang sudah dimudahkan pelaksanaannya melalui banyak sentra vaksinasi hasil kerja sama dengan seluruh elemen bangsa.

“Sekitar 4 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin dosis pertama. Terutama untuk lanjut usia (lansia) yang sudah dimudahkan pelaksanaannya melalui banyak sentra vaksinasi hasil kerja sama dengan seluruh elemen bangsa,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Namun, perlu diingat bahwa vaksinasi tidak serta merta memberikan kekebalan tubuh dalam waktu singkat. Oleh karenanya, sangat penting sekali vaksinasi dibarengi dengan kepatuhan tinggi terhadap prokes.
“Dari hasil uji klinis, diketahui kekebalan optimal baru bisa didapatkan setelah 28 hari setelah penyuntikan,” tambah dr. Siti Nadia.

Ditempat terpisah, peneliti Makara Strategic Insight (MSI Research), Andre Priyanto, mengatakan bahwa vaksinasi dan disiplin prokes efektif menurunkan kasus positif covid-19. Kebijakan publik dalam bentuk vaksinasi merupakan strategy pemerintah didalam memperkuat vulneribility terhadap ancaman pandemi cov-19, sedangkan kebijakan disiplin prokes merupakan strategy pemerintah dalam bentuk circumstance guna meminimalisir dampak dari ancaman pandemi.

“Vaksinasi dan disiplin prokes efektif menurunkan kasus positif covid-19. Kebijakan publik dalam bentuk vaksinasi merupakan strategy pemerintah didalam memperkuat vulneribility terhadap ancaman pandemi cov-19, sedangkan kebijakan disiplin prokes merupakan strategy pemerintah dalam bentuk circumstance guna meminimalisir dampak dari ancaman pandemi”, ujar Andre Priyanto