Guna mengantisipasi peningkatan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah, pemerintah memutuskan memperpanjang kembali pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan bahwa selain membatasi pergerakan orang secara ketat dalam skala mikro, upaya agresif testing dan tracing dalam setiap munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 sangat diperlukan untuk mengetahui sumber penularan dan meluas ke mana saja penularannya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa harus disadari bersama salah satu sumber dari permasalahan dalam penanganan pengendalian Covid-19 yang kita hadapi saat ini adalah ketidakdisiplinan sebagian masyarakat dalam menjalankan Prokes.
Munculnya sejumlah klaster baru di berbagai daerah, menurut anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, merupakan bukti dari abainya sebagian masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan 5M, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

Ditempat terpisah, Direktur Eksekutif Lentera Research Institute, David Chaniago, mengatakan bahwa kunci dari penanggulangan pandemi cov-19 adalah disiplin ketat prokes. Sebab melalui metode ini vulneribility masyarakat terhadap ancaman pandemi covid-19 menjadi lebih kuat.

“Kunci dari penanggulangan pandemi cov-19 adalah disiplin ketat prokes. Sebab melalui metode ini vulneribility masyarakat terhadap ancaman pandemi covid-19 menjadi lebih kuat”, ujar David