Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke bersama sejumlah tokoh adat Malind mendatangi Kantor KONI setempat, lengkap mengenakan atribut adat, sekaligus memberikan dukungan penuh untuk terselenggaranya PON XX di Papua.

Kedatangan mereka, Jumat (9/7/2021), diterima oleh Ketua Harian KONI Kabupaten Merauke, Eleanor Dumatubun, Wakil Ketua Harian, Antonius Kaize, serta Thobias Walong (Sekretaris). Kurang lebih dua jam, dilakukan dialog sekaligus diskusi untuk beberapa hal penting menjelang PON XX.

Wakil Ketua LMA Kabupaten Merauke, Yohan Mahuze, kepada sejumlah wartawan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Merauke sekaligus Ketua Umum Subda PON yang merespons dengan cepat untuk pertemuan hari ini.

Dikatakan, dengan hadirnya LMA bersama sejumlah tokoh adat di Kantor KONI Merauke, berarti Subda PON menghargai orang Marind yang memiliki negeri ini.

Dijelaskan, ada beberapa hal yang disampaikan dalam pertemuan tersebut yakni permintaan masyarakat agar perlu dilakukan deklarasi yang dinyatakan dengan melibatkan semua orang Marind serta anak-anak yang pernah ikut dalam Sea Games maupun PON serta mengibarkan bendera merah putih di luar negeri untuk deklarasi secara langsung.

“Lalu kami juga akan menancapkan baliho-baliho PON di berbagai tempat strategis agar masyarakat luas mengetahui bahwa orang Marind mendukung PON Papua,” ungkapnya.

Berikutnya, jelas Yohan, sesuai tradisi orang Marind, sebelum suatu kegiatan atau pesta apapun dilaksanakan, harus didahului dengan ritual.

“Kita tahu bersama bahwa ada tiga venue disiapkan untuk digunakan dalam PON yakni GOR Hiad Sai, Stadion Katalpal, serta arena balap. Tiga tempat dimaksud, harus diritual adat dengan hewan kurban terlebih dahulu berupa babi bersama makanan tradisional lain. Tujuannya agar para atlet yang datang dari luar, sehat serta pelaksanaan PON berjalan lancar,” ujarnya.

Ketua Harian Subda PON Kabupaten Merauke, Eleanor Dumatubun, secara pribadi dan juga pengurus  menyampaikan terima kasih banyak kepada LMA serta beberapa tokoh adat yang telah datang sekaligus berdiskusi secara langsung.

PON Papua, jelas Eleanor, adalah pesta bersama seluruh masyarakat, sehingga harus didukung sekaligus disukseskan. Ada enam cabang olahraga akan dilaksanakan di Merauke.

“Memang kami ini pengurus baru dan waktu begitu mepet untuk mempersiapkan banyak hal menuju PON. Namun telah menjadi komitmen untuk disukseskan. Olehnya dukungan dari LMA maupun tokoh adat Malind sangat diharapkan,” pintanya.

Dijelaskan, dukungan anggaran yang diberikan PB PON Papua, belum semuanya cair. Namun dengan yang telah dikucurkan, akan digunakan untuk berbagai persiapan menuju pelaksanaan PON, Oktober mendatang.

Ditambahkan, dari pertemuan ini, hasilnya akan dilaporkan kepada Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, yang juga Ketua Umum Subda PON Merauke.

“Memang kami juga telah merancag sejumlah kegiatan dengan melibatkan secara langsung masyarakat Marind. Misalnya tarian penjemputan tamu dan undangan di bandara dan juga lain-lain,” kataya.

“Kita juga telah merencanakan untuk melaksanakan Gebyar PON tanggal 31 Juli 2021 dan semua pihak dilibatkan, termasuk masyarakat Marind,” ungkapnya.