Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, sampai saat ini anak dengan rentang usia 12-17 tahun yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebanyak 548.000 orang.

Menurut Nadia pelaksanaan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun difokuskan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah masing-masing.

“Untuk yang di fasyankes mungkin kita antisipasi usia 12 sampai 17 tahun yang mungkin tidak berada di bangku sekolahan,” kata Nadia, Kamis (23/7/2021).

Keseluruhan vaksin kini sudah didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia, termasuk juga vaksin bagi usia 12-17 tahun. Namun 50% stok vaksin kini disalurkan ke Jawa-Bali lantaran laju penularan kasus di wilayah tersebut masih tinggi.

“Kalau kita bicara target untuk vaksinasi kita kurang lebih 426 juta dosis. Saat ini kita baru memiliki 130 juta dosis artinya kurang lebih baru 30% dari total sasaran di semua provinsi bisa terpenuhi. Menjadi penting untuk bagaimana provinsi tadi melakukan strategi untuk bisa optimalkan jumlah vaksin yang distribusikan termasuk kepada anak-anak,” ujarnya.

“Jadi kalau kita lihat sudah hampir 60 juta dosis yang sudah kita suntikan sampai dengan saat ini,” kata Nadia.

Namun jika melihat dari target sebesar 208 juta sasaran jumlah penerima dosis kedua masih berada diangka 7%. Serta 15% untuk penerima dosis pertama dari target penerima vaksin.

“Kita kejar dalam waktu 7 bulan ini setidaknya 90% dari target kita yang awalnya 181,5 juta kemudian bertambah menjadi 208 juta jumlah mendapatkan vaksin covid,” ujar Nadia.

Sementara itu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jendral Polisi (Purn) Budi Gunawan menyebut vaksinasi untuk anak-anak perlu dipercepat. Pasalnya saat 1 dari 7 penderita COVID-19 merupakan anak di bawah 18 tahun.

Hal itu diungkapkan Budi Gunawan dalam sambutannya pada vaksinasi pelajar di SMPN 1 Semarang. Budi menjelaskan BIN membantu percepatan vaksinasi bagi pelajar sebagaimana perintah Presiden. Hal itu karena kasus COVID-19 di usia anak-anak meningkat.

“Kasus COVID-19 yang menyerang anak-anak dan pelajar meningkat. 1 dari 7 orang kasus COVID-19 di Indonesia adalah anak-anak. Anak-anak pelajar ini menyumbang angka sampai 9 persen dari seluruh angka positivity rate yang terpapar COVID-19 di Indonesia, ” kata Budi di SMP N 1 Semarang, Rabu (21/7/2021).

Kepada para peserta vaksinasi yang hadir, ia menjelaskan saat ini anak-anak juga bisa menjadi sumber penularan Corona. Terlebih lagi klaster penyebaran Corona di Indonesia didominasi klaster keluarga.

“Pada perkembangannya, anak-anak jadi salah satu trigger atau sumber penularan khususnya di klaster rumah tangga. Klaster rumah tangga itu terbanyak, 85 persen. Sehingga vaksinasi terhadap anak dan pelajar ini juga jadi prioritas,” tandasnya.

Budi juga menyebut vaksinasi bisa mengurangi resiko kematian ketika terpapar Corona. Maka ia mengimbau masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi.

“Semua yg sudah divaksin minimal terhindar dari resiko kematian. Kalau kena bisa selamat. Oleh karena itu kita mengimbau ke orang tua dan pelajar mari daftar dan ikuti program vaksinasi, jangan termakan isu berita bohong. Semua ini kita lakukan untuk jadikan Indonesia sehat dan Indonesia hebat,” katanya.

Terkait vaksinasi nasional ini, Komisioner KPAI Retno Listyarti, Jumat (23/7/2021) mengatakan bahwa program vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang dilakukan dengan sinergitas antara dinas pendidikan dan dinas kesehatan berhasil berjalan efektif. Meskipun capaian rata-rata baru sekitar 70%.

“Angka tersebut terjadi dikarenakan cukup banyak peserta didik yang sedang menjalani isolasi mandiri, bahkan ada sebagian kecil yang di rawat di rumah sakit. Ada juga anak-anak yang belum 3 bulan sejak terinfeksi Covid-19,” kata Retno.

Menurut Retno, KPAI telah melakukan pengawasan ke sentra-sentra vaksinasi di sekolah di DKI Jakarta. Diantaranya, SMPN 30 Jakarta, SMPN 270 Jakarta, SMAN 22 Jakarta, dan sentra vaksinasi di Pulo Gadung Trade Center (PGC).

“Ada beberapa catatan kondisi anak Indonesia selama pandemi yang saya dapatkan dari berbagai pengawasan yang dilakukan, seperti kesiapan dan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), angka putus sekolah yang meningkat, dan layanan kesehatan terutama vaksinasi,” kata Retno.

Retno mendesak pemerintah daerah agar menggalakkan vaksinasi Covid-19 baik kalangan pendidik dan peserta didik mulai Juli 2021. Hal ini sebagai upaya membentuk kekebalan komunitas, sehingga diharapkan ketika warga sekolah sudah divaksin sebanyak 70% maka PTM bisa digelar dengan aman. (**)