Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menilai, vaksinasi Covid-19 mampu menekan gejala berat dan kematian akibat virus corona. Pernyataannya itu berdasarkan data pandemi Covid-19 di DKI Jakarta.

“Semakin lengkap dosis vaksin yang telah kita terima, resiko terinfeksi virus Covid-19 akan semakin rendah, selain mengurangi timbulnya gejala berat. Pada kasus positif penerima vaksin, tingkat kematian (case fatality rate) juga menurun jauh,” kata Johnny, dalam siaran pers.

Johnny melihat data yang dilaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan, efektivitas vaksin terhadap pencegahan infeksi dan penularan Covid-19. Case fatality rate atau CFR untuk Jakarta berada di sekitar angka 1,7 persen pada kasus orang yang belum divaksin.

Sementara setelah divaksin dosis pertama, angka CFR turun menjadi 0,33 persen dan setelah dosis kedua menjadi 0,21 persen. Melihat data tersebut, Johnny menegaskan ada bukti kuat vaksinasi menurunkan angka kematian. Ia mengimbau masyarakat segera mengikuti program vaksinasi di daerah masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mengikuti program vaksinasi di daerah masing-masing, demi melindungi diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai,” kata Johnny.

Pemerintah terus berupaya keras memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia, dengan koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. “Vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia,” kata Johnny.

Kominfo dalam program vaksinasi ini bertugas mengkomunikasikan informasi tentang program tersebut agar masyarakat menerima informasi yang benar tentang vaksin Covid-19. Ia juga mengajak tokoh masyarakat untuk lebih aktif berbicara di media, memanfaatkan pengaruhnya untuk menenangkan masyarakat, mengedukasi pentingnya vaksin dan menyebarkan informasi yang benar.

Berbicara terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengemukakan, DKI Jakarta menjadi provinsi di Pulau Jawa-Bali yang berhasil menurunkan angka kasus kematian akibat Covid-19 secara signifikan pada Rabu (21/7). DKI turun dari 268 kematian menjadi 95.

“DKI Jakarta per kemarin menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 268 menjadi 95 kematian dalam sehari,” kata Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan kepada wartawan yang dipantau melalui aplikasi Zoom di Jakarta, Kamis sore.

Namun, Wiku menyayangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak di 30 persen kelurahan DKI Jakarta masih relatif rendah.”Di DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Banten lebih dari 30 persen desa atau kelurahannya tidak patuh menjaga jarak,” katanya.

Wiku mengatakan angka kematian di Jawa-Bali masih cenderung mengalami peningkatan selama sepekan terakhir, sehingga patut dijadikan refleksi bagi perbaikan kinerja. “Terlebih sudah enam hari berturut-turut, angka kematian mencapai lebih dari 1.000 jiwa setiap harinya,” katanya.