Aksi kelompok separatis dan teroris (KST) di tanah Papua dinilai sangat meresahkan warga. Pemerintah diminta membuka dan memastikan komunikasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk memberantas KST.

“Temasuk komunikasi dengan para pihak yang terkesan kontra terhadap cara yang dilakukan pemerintah,” kata Sekretaris Umum Persaudaraan Pemuda Indonesia Timur, Melanesian Clan, Fauzan Rahawarin.

Ulah KST tidak dapat ditolerir, sebab sudah banyak nyawa warga sipil dan militer yang melayang akibat kejahatan teror KST. Termasuk Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Mayjen Anumerta IGP Danny Nugraha yang gugur beberapa waktu lalu.

“Kami dari keluarga besar Melanesian Clan ingin mengucapkan belasungkawa kepada patriot pahlawan bangsa Kabinda Papua, Mayjen Anumerta I Gusti Putu Danny Nugraha yang telah gugur ddan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga dapat diberikan ketabahan dan kekuatan,” tambah Fauzan.

Sementara itu, Ketua Umum Melanesian Clan, Kevin Rouw menambahkan pihaknya mendukung TNI-Polri dan stakeholder terkait menumpas habis KST. Kevin berharap penumpasan itu dilakukan secara terukur.

“Kami juga mendukung penuh pemerintah melalui TNI-Polri dan seluruh stakeholder untuk bersinergi dalam menyelesaikan serta menindak secara tegas KST tersebut. Namun tetap terukur,” kata Kevin Rouw.