Kejahatan Kelompok Separatis dan Teroris Papua dinilai sudah menciderai hak asasi manusia (HAM) masyarakat Papua, mulai dari Orang Asli Papua (OAP) hingga masyarakat pendatang merasakan ketakutan terhadap berbagai aksi yang KST yang telah merenggut korban jiwa. Mulai dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar merajut masa depan, sudah lama menjadi berita.

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Nurkhasana, mengatakan bahwa para pimpinan teroris Papua itu tak lebih dari jenis orang yang tega menipu anggota keluarga sendiri.

“Ibaratnya sebuah keluarga, para pimpinan teroris Papua itu tak lebih dari jenis orang yang tega menipu anggota keluarga sendiri,” ujar Nurkhasana.

Menyikapi hal tersebut, peneliti Papua dari Lesperssi, Jim Peterson mengatakan bahwa masyarakat papua merasakan ketakutan terhadap berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh KST. Berbagai aksi KST dinilai telah melanggar HAM karena memenuhi unsur adanya ketakutan dan korban jiwa pada masyarakat sipil. Masyarakat Papua, mulai dari OAP hingga masyarakat pendatang mendukung langkah TNI-Polri didalam menyelesaikan teror KST.

“Masyarakat papua merasakan ketakutan terhadap berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh KST. Berbagai aksi KST dinilai telah melanggar HAM karena memenuhi unsur adanya ketakutan dan korban jiwa pada masyarakat sipil. Masyarakat Papua, mulai dari OAP hingga masyarakat pendatang mendukung langkah TNI-Polri didalam menyelesaikan teror KST”, ujar Jim Peterson.