Aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua dinilai semakin kejam. Bahkan OAP yang menjadi korban teroris KST terus berjatuhan.

Pada Jumat 4 Juni 2021, dilaporkan sebanyak tiga orang tewas dalam aksi teror yang dilakukan kelompok teroris KST. Satu di antaranya adalah Patianus Kogoya seorang kepala kampung di Nipuralome, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Patianus mengalami luka tembakan pada kepala bagian belakang. Hal ini terungkap saat Kepala Kampung Kago, Denis Wonda, bersama 9 OAP lainnya melaporkan kejadian penembakan terhadap 6 OAP ke Polres Puncak. Tiga OAP dinyatakan meninggal dan sisanya mengalami luka-luka.
Sebelum penembakan kepala kampung Patianus Kogoya, kisah tragis juga dialami pelajar asli Papua bernama Ali Mom yang menjadi korban KST. Ali Mom ditembak kelompok Lekagak Telenggen.
Menyikapi fenomena tersebut, peneliti politik dan keamanan dari Lesperssi, Jim Peterson mengatakan bahwa berbagai aksi teror yang telah dilakukan oleh KST Papua telah melanggar HAM. Aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil yang telah menimbulkan ketakutan dan korban jiwa merupakan determinan kunci bagi pemangku kebijkaan untuk mengambil tindakan dan penegakkan hukum di Tanah Papua.
“Teror yang telah dilakukan oleh KST Papua telah melanggar HAM. Aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil yang telah menimbulkan ketakutan dan korban jiwa merupakan determinan kunci bagi pemangku kebijkaan untuk mengambil tindakan dan penegakkan hukum di tanah Papua” ujar Jim.