ZONA-DAMAI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pada kuartal II-2021 industri pengolahan menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi tertinggi menurut lapangan usaha, yaitu 1,35%, dari total pertumbuhan 7,07% (yoy). Selama periode tersebut, industri pengolahan tumbuh 6,58% (yoy) dengan bagian nonmigas tumbuh lebih tinggi yaitu 6,91%.

“Jadi, ekonomi kuartal II-2021 sumber pendorong pertumbuhannya terutama karena peningkatan atau pertumbuhan ekonomi pada sektor industri pengolahan, di mana kontribusinya adalah 1,35%,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers, Kamis (5/8). Selanjutnya disusul perdagangan dengan kontribusi 1,21%, transportasi dan pergudangan 0,77%, dan serta akomodasi dan makanan-minuman 0,54%.

Pertumbuhan di sektor industri pengolahan terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, industri alat angkutan yang tumbuh 45,7% didukung oleh peningkatan permintaan kendaraan bermotor sebagai dampak pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Kedua yaitu industri logam dasar yang tumbuh 18,03%, didukung oleh peningkatan produksi besi, baja, dan bahan baku logam dasar lainnya serta tingginya permintaan luar negeri, terutama produk ferronickel dan stainless steel. Ketiga adalah industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 9,15 %.

“Ini terutama didukung oleh peningkatan produksi obat-obatan untuk memenuhi permintaan domestik dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ucap Margo Yuwono.

Sedangkan industri makanan dan minuman tumbuh 2,95% didukung peningkatan produksi CPO dan turunannya serta peningkatan permintaan air mineral. Sektor lain yang berperan dalam peningkatan industri pengolahan yaitu industri batubara dan pengilangan migas yang tumbuh 3,37% pada kuartal II 2021.

Industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 9,15%. Industri karet, barang dari karet dan plastik tumbuh 11,72%. Industri barang galian bukan logam tumbuh 8,05%. Industri logam dasar tumbuh 18,03%.

“Sedangkan industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 6,73 %. Industri alat angkutan tumbuh 45,70%. Sedangkan industri tekstil dan pakaian terkontraksi 4,54%,” pungkas dia.