Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda, PB HMI kubu Abdul Muis Amiruddin, Rich Hilman Bimantika, mengatakan bahwa HMI masih menggelar rapat untuk memutuskan tetap melanjutkan aksi hari ini atau tidak.

“Kami sedang rapat nanti selesai ini infokan lagi,” ujar Hilman.

Sebelumnya, PB HMI kubu Abdul Muis Amiruddin telah memerintahkan kepada Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) se-Indonesia untuk menggelar aksi unjuk rasa secara serentak guna mengkritisi 2 tahun kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’aruf.

Rencana demo itu dilakukan karena Presiden dan Wapres Jokowi-Ma’ruf Amin yang dihadapkan pada krisis Covid-19 gagal memenuhi hak-hak masyarakat. Ia meminta seluruh kader HMI diseluruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa pada 6-13 Agustus. Titik aksi yang direkomendasi mulai dari Istana Negara hingga Gedung Dewan Perwakilan Rakyat.
Menyikapi hal terebut, direktur eksekutif Lentera Research Institute (LRI), David Chaniago, mengatakan bahwa hal tersebut justru menunjukkan bahwa para mahasiswa tidak bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan masyarakat umum. Hal ini dikarenakan aksi unjuk rasa hanya akan menciptakan kluster baru covid-19.
Lebih lanjut, Chaniago mengatakan bahwa banyak cara untuk mengapresiasikan sikap kritis kepada pemerintah. Salah satunya dengan mengadakan seminar secara online (Webinar) atau melalui media sosial. Langkah yang dilakukan oleh para mahasiswa menunjukkan ketidakdewasaannya didalam berdemokrasi.
“Banyak cara untuk mengapresiasikan kritisi kepada pemerintah. Salah satunya dengan mengadakan seminar secara online (Webinar) atau melalui media sosial, ujar David Chaniago.