ZONA-DAMAI.COM – Politikus oposisi Amien Rais pernah menantang Presiden Jokowi untuk mengambill alih pengelolaan blok minyak Rokan pada 2018. Tiga tahun kemudian, tantangan tersebut terjawab, kini Blok Rokan dikelola sepenuhnya oleh Pertamina.

PT Pertamina Hulu Rokan resmi menjadi perusahaan pengelola lapangan minyak bumi di Blok Rokan, Provinsi Riau mulai Senin (9/8).

Pada 2018, Amien Rais, saat masih menjabat Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), pernah menantang keberanian pemerintah untuk mengambil alih pengelolaan Blok Rokan.

Amien mengingatkan Pemerintah agar menaati Pasal 33 UUD 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.36/PUU-X/2012 tentang Lima Aspek Penguasaan Negara, bahwa pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas harus berada di tangan pemerintah melalui BUMN.

“Antek asing? Bagaimana antek asing? Blok Mahakam dulu dimiliki Jepang, sekarang 100 persen kami berikan ke Pertamina. Blok Rokan juga dulu dikelola Amerika sekarang diambil Pertamina 100 persen,” kata Jokowi di Gedung Tegar Beriman, Bogor, Rabu (8/8/2018).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat itu, Arcandra Tahar, mengaku pengambilalihan Blok Rokan tidak terkait dengan tantangan Amien Rais.

“Due process (penilaian) sudah lama. Kami lihat bagaimana Chevron untuk program ke depannya. Proposalnya seperti apa, mulai dari pengembangan reserovoir (waduk) ke depan, program eksplorasi ke depan, program eksplorasi di luar blok itu,” ujar dia, Rabu (1/8/2018).

Kini, operasional wilayah kerja Blok Rokan itu beralih dari sebelumnya dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada PHR yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) terhitung sejak pukul 00.01 WIB 9 Agustus 2021 dan berlaku selama 20 tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa alih kelola Blok Rokan ini menjadi sejarah bagi industri hulu minyak dan gas di Indonesia.

“Setelah Caltex dan kemudian PT CPI mengelola Rokan selama 80 tahun maka pengelolaan salah satu WK terbesar di Indonesia ini selanjutnya diserahkan kepada BUMN, Pertamina melalui PHR,” ujar Arifin, Minggu (8/8) malam.

Senada, Ketua DPR Puan Maharani menyatakan kembalinya Blok Rokan ke RI setelah hampir seabad lamanya ladang minyak di Provinsi Riau ini dikuasai perusahaan asing digunakan demi kesejahteraan rakyat.

“Kembalinya Blok Rokan ke pangkuan Ibu Pertiwi ini harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh sebesar-besarnya rakyat Indonesia,” kata Puan di dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/8).

“Ini semua demi kemandirian dan kedaulatan energi nasional,” lanjut dia.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan pihaknya berkomitmen menjalankan amanah tersebut demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia mengingat Blok Rokan berkontribusi 24 persen bagi produksi minyak dan gas nasional.

“Tak hanya itu, Pertamina juga memiliki amanah lain untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai produksi minyak mentah 1 juta barel per hari tahun 2030,” ujar Nicke.