ZONA-DAMAI.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan rembug stunting yang digelar di Mess Negara Dipa Amuntai, demi percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Rembug Stunting diikuti Bupati HSU Drs. H. Abdul Wahid HK, MM, M.Si, Ketua TP.PKK HSU Dra. Hj. Anisah Rasyidah Wahid, M.AP, bersama Sekretaris Daerah HSU H. M. Taufik, S.Sos, M.M bersama Kepala Badan dan Dinas setempat, Senin (9/8).

Sekretaris Daerah HSU H. M. Taufik mengatakan, rembuk stunting tahun 2021 kali ini merupakan rembuk stunting ke-3 yang dilaksanakan di tingkat Kabupaten HSU yang bertujuan, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi dengan visi GASING MANTAP atau Gerakan Bebas Stunting HSU Mantap.

“Kita juga akan menyepakati sasaran prioritas serta rencana program yang disertai indikator target kinerja dalam kegiatan pencegahan stunting terintegrasi di locus desa stunting. Dimana tahun 2019 sebanyak 10 desa, tahun 2020 sebanyak 34 desa, tahun 2021 sebanyak 31 desa, tahun 2022 sebanyak 18 desa dan seterusnya sampai tahun 2024,” jelasnya.

Pemerintah daerah telah mengalokasikan kebutuhan pendanaan program dan kegiatan dengan mengoptimalkan pelayanan SKPD, pemerintah desa serta pemangku kepentingan lainnya dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi.

Sementara itu, dalam paparannya Bupati HSU menyebutkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan instansi terkait, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menurunkan stunting.

“Kita telah membuat dan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) surat edaran dan surat keputusan Bupati HSU,” kata Abdul Wahid.

Selain itu, pihak pemerintah telah melakukan tindakan intervensi spesifik dan tindakan sensitif seperti pemantauan di Posyandu, pemberian ibu hamil dan remaja, pemberian PMT balita dan bumil serta berbagai hal lainnya.

“Penurunan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung. Kerangka konseptual intervensi penurunan stunting yang terintegrasi. Sehingga angka stunting di Kabupaten HSU dapat terus kita turunkan,” pungkas Wahid.