ZONA-DAMAI.COM – Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua menyatakan, akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi seluruh peserta pesta olahraga multievent nasional itu, yang akan berlangsung 50 hari lagi. PON XX akan berlangsung 2-15 Oktober 2021.

Ketua Panwasrah PON XX Papua Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengungkapkan, telah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menegakkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Hasil koordinasi kita kemarin diimbau untuk seluruh KONI Provinsi, lima hari sebelum berangkat, mereka sudah dikarantina di masing-masing provinsi,” ujar Suwarno dalam diskusi virtual FMB9, Jumat.

“Sebelum sampai di sana (Papua, red), berangkat sudah ada tes PCR terlebih dahulu, dinyatakan mereka sudah memenuhi syarat, baru berangkat. Sampai di sana juga akan dilakukan pelayanan-pelayanan yang terkait dengan prosedur kesehatan Covid-19 secara ketat,” tambahnya.

Sebagai contoh, Suwarno menjelaskan, begitu kontingen datang, apabila ada indikasi di tempat penerimaan, maka akan dilakukan tes antigen. Jika ditemukan gejala yang mengarah pada Covid-19, maka akan dilakukan tes PCR.

“Kalau itu semuanya sudah clear, maka mereka akan masuk ke akomodasi,” kata Suwarno.

Di akomodasi, Suwarno melanjutkan, rombongan akan diisolasi untuk dikarantina agar tidak banyak kontak dengan sesama maupun dengan orang luar.

Khusus untuk layanan akomodasi, kemudian arena pertandingan, menurut Suwarno, pemerintah telah menggariskan bahwa di sekitar tempat-tempat tersebut masyarakat diwajibkan vaksin.

Kemudian, ia menuturkan pergerakan atlet juga akan dibatasi, yakni hanya dari akomodasi menuju arena pertandingan, baik dalam rangka lathan maupun pertandingan.

Sementara itu, bagi atlet yang nantinya akan bertanding secara kontak langsung, kita harapkan sebelum bertanding, mereka melakukan tes antigen. Kalau negatif, mereka bisa bertanding.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan apabila ada personel, baik atlet, ofisial maupun panitia pertandingan yang terpapar Covid-19, telah disediakan tempat isolasi di sejumlah rumah sakit oleh bidang kesehatan di Papua.

“Apabila itu mengharuskan untuk kita melakukan penanganan yang lebih, umpamanya harus dievakuasi ke luar, maka mereka juga sudah menyiapkan rumah sakit-rumah sakit rujukan, seperti di Sulawesi, Makassar, Surabaya, Jakarta,” ungkap Suwarno.(ANT)