Instruksi Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga tes polymerase chain reaction (PCR) diapresiasi. Namun, wacana penurunan harga dinilai masih lebih tinggi ketimbang negara lain.
 
“Misalnya di Uzbekistan, harga PCR sekitar Rp350 ribu itu pun yang enam jam. Kalau yang 24 jam lebih murah,” ujar anggota Komisi VI Achmad Baidowi (Awi), Minggu, 15 Agsutus 2021.
 
Namun, pemerintah diminta tetap meningkatkan infrastruktur kesehatan. Selain menurunkan harga tes PCR untuk mempercapat proses tracing.

“Pemerintah wajib meningkatkan infrastruktur kesehatan. Sebab, tidak semua RS memiliki laboratorium pengujian sample,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
 
Dia menyebut untuk mempercepat tracing juga perlu edukasi kepada masyarakat. Khususnya pentingnya tes PCR.
 
“Karena sejauh ini masyarakat merasa takut kalau di PCR, hal itu akibat minimnya edukasi. Maka dari itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar dia.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan harga tes PCR diturunkan. Jokowi ingin biaya tes PCR berkisar Rp450-550 ribu dengan hasil keakuratan hasil 1×24 jam.