Aparat keamanan dari Satgas Pinang Sirih mengeklaim menguasai markas KST yang berada di Kampung Welenggaru, Distrik Gome, Kabupaten Puncak. Satgas juga menyita satu pucuk senjata api (senpi) jenis M16.

“Memang benar markas KST di Kampung Welenggaru sudah dikuasai dan anggota TNI juga mengamankan satu pucuk senjata jenis M16,” kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Rabu (18/8).

Dikatakan, dari laporan yang diterima markas tersebut dikuasai sejak Senin sore (16/8) dipimpin Mayor Inf Sudarmin yang menjabat Kasi Intel Ops Satgas Pinang Sirih. Diamankannya kampung yang menjadi markas KST pimpinan Goliat Tabuni itu berawal dari patroli menggunakan drone, di Kampung Welenggaru, Distrik Gome Utara Kabupaten Puncak.

Saat itu terlihat tiga orang yang diduga anggota KST yang kemudian melakukan tembakan ke Tim Cakra. Kamal menambahkan, dari drone terlihat ketiganya memasuki honai (rumah khas pegunungan Papua). Tim Cakra melakukan pengejaran dan menembak satu anggota KST. Mereka berlarian ke dalam hutan. Setelah diperiksa ditemukan satu pucuk M16.

Saat ini Satgas Pinang Sirih melaksanakan koordinasi dengan aparat keamanan TNI-Polri serta menyiagakan dari Satgas Pamtas Mobile Yonif Raider 715/MTL. Kombes Kamal yang juga menjabat Kabid Humas Polda Papua mengaku kegiatan patroli terus dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan normal. “Personel TNI-Polri bersiaga di pos masing-masing guna mengantisipasi penembakan yang dilakukan KST,” kata Kombes Kamal.