Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi anak perlu dukungan penuh dari orang tua agar pencapaiannya maksimal.

Nadia mengungkapkan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12-17 tahun sudah mulai diberikan. Untuk mendukung program tersebut, vaksin sudah didistribusikan ke 34 provinsi, tapi melihat kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali ini membuat alokasi vaksin ke provinsi di dua pulau lebih tinggi.

“Distribusi vaksin 50 persen itu berada di Jawa – Bali. Sisanya itu kita bagi secara rata ke provinsi-provinsi lainnya dan ini termasuk juga alokasi untuk usia remaja tadi,” kata Nadia pada Dialog KPCPEN.

Nadia mengungkapkan, sampai saat ini pada usia dewasa banyak sekali yang masih keliru dengan informasi-informasi terkait vaksin, sedangkan anak yang divaksin harus meminta persetujuan orang tuanya, karena mereka yang harus mengantar anak-anaknya vaksinasi.

“Masih banyak juga orang tua yang masih ragu-ragu untuk memvaksin anaknya. Jadi vaksinasi anak tergantung pada informasi yang diterima oleh orang tua, bahwa misalnya vaksin itu apakah betul aman, kemudian bagaimana efek sampingnya, orang tua harus tahu betul,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kecepatannya, Kemenkes melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama Dinas Kesehatan daerah dan sekolah-sekolah untuk melakukan edukasi.

Edukasi inilah yang kemudian disampaikan oleh sekolah ke orang tua supaya banyak yang mau divaksinasi. Seiring dengan banyak anak-anak yang dipakai, ini juga akan menambah kepercayaan yang orang tua untuk melakukan vaksin Covid-19 sekeluarga,” jelasnya.

Sampai dengan 22 Juli 2021 pukul 12.00 WIB, capaian vaksinasi pada remaja baru sebanyak 564.360 yang menerima dosis pertama dan 39 orang menerima dosis kedua dari total target 26.705.490 orang.

Diharapkan dengan remaja turut divaksinasi bisa membantu mendorong Indonesia agar lebih cepat mencapai kekebalan komunal (herd immunity), dan keluarga tempat remaja tinggal menjadi lebih terlindungi.