Juru Bicara Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa hingga saat ini stok vaksin Covid-19 aman, tidak kurang atau langka, dan siap didistibusikan, namun harus difahami proses distribusiannya memerlukan beberapa tahap dan waktu.

Wiku juga menjelaskan bahwa sebagian besar vaksin yang dikirim ke Indonesia adalah dalam bentuk bahan baku atau bulk, sehingga harus melalui beberapa tahap untuk menjadi vaksin.

Selain itu, Wiku menegaskan bahwa pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan suplai vaksin sesuai kebutuhan dan Indonesia akan memiliki sebanyak 261 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Desember 2021.

“Sampai dengan Desember 2021 mendatang akan ada sebanyak 261 juta dosis,” ujar Wiku dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 yang dipantau dari Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Wiku mengatakan jumlah itu dapat terus bertambah melalui skema perjanjian bilateral dan multilateral yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan negara lainnya.

Menurut Wiku, pencapaian target vaksinasi dapat terwujud apabila didukung dengan sinkronisasi data pusat dan daerah. Termasuk mekanisme operasional dan logistik, dengan harapan vaksin dapat diterima oleh daerah dengan tepat waktu dan dalam waktu yang memadai sesuai dengan kebutuhan.

“Ke depannya, pemerintah akan terus mendorong setiap daerah melakukan percepatan vaksinasi untuk segera mencapai target per daerah melalui prioritas daerah dan populasi berisiko terlebih dahulu,” katanya.

Wiku berharap dengan percepatan yang dilakukan daerah serta penambahan cakupan vaksinasi, dapat membuat target terpenuhi sehingga kekebalan komunitas dapat segera terwujud.

“Dengan penambahan cakupan bertahap ini diharapkan kekebalan komunitas dapat segera tercapai,” kata dia.

Sementara posisinya saat ini, pemerintah telah melakukan sekitar 80 juta suntikan yang terbagi atas 54 juta atau 26% populasi telah divaksinasi dosis pertama dan 29 juta atau 14 % populasi telah mendapat vaksinasi dosis ke dua.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin agar mampu mencapai target 100 juta suntikan hingga akhir Agustus 2021.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar terus melakukan percepatan vaksinasi di seluruh wilayah di Indonesia hingga mampu mencapai target 50 juta suntikan dalam kurun waktu tujuh pekan. (**)