Varian delta terdeteksi sudah tersebar setidaknya di 29 Provinsi, namun ada 10 provinsi dianggap mengkhawatirkan, sehingga Kementerian Kesehatan meminta agar daerah tersebut fokus melakukan tracing dan testing sesuai target yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).
10 provinsi tersebut yakni Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua.
Sebanyak 10 provinsi itu diminta meningkatkan testing karena persebaran varian delta di sana tak diikuti dengan mekanisme testing yang mumpuni. Tingkat testing rate di 10 provinsi tersebut masih dibawah rata-rata angka nasional. Kemenkes juga telah menandai 10 daerah tersebut sebagai daerah merah.

Menyikapi fenomena tersebut, pengamat kebijakan publik Lentera Research Institute (LRI), Dahniel Dohar, menghimbau bahwa pada saat ini masyarakat agar mewaspadai adanya peningkatan kasus penularan Covid-19 varian delta di Indonesia.
“pada saat ini masyarakat agar mewaspadai adanya peningkatan kasus penularan Covid-19 varian delta di Indonesia
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Badan Litbang Kemenkes pada 21 Agustus 2021 mencatat total ada 1.823 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan varian delta atau B.1.617.2 di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dalam 5 hari sejak 16 Agustus 2021 yang tercatat 962 kasus dengan varian delta di Indonesia. Oleh sebab itu sebaiknya masyarakat tetap melaksanakan disiplin prokes dan vaksinasi.
“Badan Litbang Kemenkes pada 21 Agustus 2021 mencatat total ada 1.823 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan varian delta atau B.1.617.2 di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dalam 5 hari sejak 16 Agustus 2021 yang tercatat 962 kasus dengan varian delta di Indonesia”, tambahnya.