Pemerintah terus mendorong vaksinasi Covid-19 untuk semua masyarakat termasuk pelajar. Presiden Joko Widodo akan mengizinkan sekolah untuk belajar tatap muka saat seluruh siswa sudah diberikan vaksin corona.

Untuk itu, Jokowi meminta kepala daerah untuk mempercepat vaksinasi kepada pelajar. Sedangkan stok vaksin yang akan tiba dalam waktu dekat harus segera dihabiskan.

“Kalau sudah divaksin, silakan dilakukan langsung belajar tatap muka karena SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 menteri kan sudah ada,” kata Jokowi saat peninjauan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Madiun, Kamis (19/8).

 Mantan Wali Kota Solo itu pun berharap upaya tersebut akan mempercepat pencapaian kekebalan komunal atau herd immunity. Dengan demikian, masyarakat bisa terlindungi dari serangan Covid-19.

Meski begitu, ia berpesan kepada para pelajar yang telah divaksin untuk tetap memakai masker karena corona selalu bermutasi. “Dulu kita tidak menyangka bahwa kita pikir hanya ada varian pertama, tahu-tahu keluar varian delta yang sangat menular sekali,” ujar Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Indonesia terus menambah pasokan vaksin Covid-19 untuk menggenjot program vaksinasi sebanyak 2 juta dosis per hari. Juru Bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia akan memiliki sebanyak 261 juta dosis vaksin COVID-19 hingga Desember 2021 sebagai bagian dari upaya percepatan vaksinasi.

“Sampai dengan Desember 2021 mendatang akan ada sebanyak 261 juta dosis,” tutur Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/8).

Wiku memastikan jumlah pasokan vaksin akan terus bertambah mengingat pemerintah akan meningkatkan pasokan vaksin melalui perjanjian multilateral ataupun bilateral.

Sedngkan Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi kepada 100 juta orang hingga akhir Agustus. Hingga Rabu (18/8) pukul 18.00 WIB, sebanyak 55,66 juta orang atau 26,73% dari target sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama.

Sementara, vaksin dosis kedua baru diberikan kepada 29,87 juta orang atau 14,3% dari target. Total target sasaran vaksinasi mencapai 208,27 juta orang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin (2/8) mengatakan, hingga akhir tahun, Indonesia akan kedatangan 258,6 juta dosis vaksin corona. Rinciannya adalah sebanyak, 72,5 juta akan tiba bulan Agustus, 70,8 juta dosis pada September,  40,68 juta dosis, pada Oktober, November 35,8 juta dosis, dan Desember 38,6 juta dosis. 

Selain membeli, Indonesia mendapatkan bantuan vaksin dari sejumlah negara seperti dari Amerika Serikat, Inggris,  dan Australia. Amerika Serikat mengirim vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Inggris akan menyumbang 600 ribu dosis vaksin Oxford-AstraZeneca kepada Indonesia. Sementara itu, Australia menyumbang 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca.