Sejumlah upaya propaganda kelompok kriminal dan separatis (KST) Papua dipastikan tak mendapat dukungan dari warga Papua. Karena itu upaya mengamankan daerah tersebut tak selalu dengan upaya penegakan hukum.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pendekatan ini dilakukan dengan kegiatan bersifat soft approach.

“Dengan pendekatan lunak yang kami harapkan masyarakat yakin dan percaya kepada apa yang telah ada saat ini,” kata dia.

Terlebih, kata dia, pemerintah telah memberikan program yang sifatnya pembangunan fisik. Kemudian BNPT akan berbuat lebih dalam hal pembangunan non fisik, terutama membangun karakter masyarakat yang cinta NKRI.

“Kegiatan soft approach akan kami lakukan bersama tokoh adat, pemuka adat, pemuka agama, tokoh masyarakat yang ada di Tanah Papua,” ujarnya

Namun Boy menegaskan, mendukungan Satgas Nemangkawi dapat melaksanakan penegakan hukum yang tegas, terukur, objektif dan menghormati HAM.

Di samping itu, Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan bahwa KST Papua memang kerap kali melakukan propaganda guna menyulitkan pihak Polri dan TNI. Termasuk kejadian tewasnya Pendeta Yeremia yang diisukan tewas ditembak TNI.

Namun demikian, Awi menyampaikan bahwa tim gabungan Polri dan TNI masih melakukan proses penyelidikan, guna mengungkap propaganda KST Papua.