Pakistan dilaporkan berencana mengirimkan intelijen untuk membantu Taliban membentuk kembali pertahanan militer Afghanistan setelah mengambil alih kekuasaan.

Salah satu pejabat Pakistan mengabarkan bahwa negaranya berencana untuk mengirimkan bantuan intel dan keamanan ke Kabul.

Sebagaimana dilansir Reuters, pejabat itu bahkan mengatakan ada kemungkinan Pakistan mengirimkan langsung kepala badan intelijen mereka.

Pejabat itu menilai, kondisi Taliban yang kelimpungan karena harus mengisi kekosongan pemerintahan dan militer dapat membuat keamanan semakin tidak stabil. Bukan tidak mungkin kelompok militan di perbatasan Afghanistan menyerang Pakistan.


Pemikiran inilah yang mendasari Pakistan ingin membantu Afghanistan memperkuat militernya.

“Kita (masyarakat internasional) harus membantu Taliban mengatur kembali militernya agar mereka dapat mengendalikan wilayahnya,” ujar pejabat itu.

Pemerintah Pakistan memang khawatir dengan peningkatan ancaman mematikan dari milisi Taliban Pakistan (TTP). Beberapa hari lalu, TTP melancarkan serangan yang menewaskan dua tentara perbatasan Pakistan.

Selain itu, ancaman dari ISIS-K juga turut meneror Pakistan, mengingat organisasi itu aktif melakukan serangan dan merekrut anggota baru.

Ia pun menyerukan bahwa pengakuan atas pemerintahan Afghanistan kini sangat penting, meski dengan demikian dunia harus menerima Taliban.

“Kita mau atau tidak mengakui pemerintahan Taliban. Stabilitas di Afghanistan sangat penting,” katanya.

Taliban menyatakan bahwa mereka akan memastikan keamanan Pakistan dari kelompok teror di Afghanistan. Namun, Islamabad berharap Taliban menyerahkan milisi-milisi yang berencana menyerang Pakistan.

Pejabat itu juga menyampaikan bahwa Pakistan akan menghindari intervensi langsung di Afghanistan untuk menanggapi ancaman dari kelompok militan tadi.