Program Vaksinasi door to door yang telah dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) terbukti berhasil mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity. Para pengamat kebijakan publik melihat metode vaksinasi covid-19 itu dinilai sebagai langkah yang cukup progresif. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat mendapat pelayanan vaksinasi yang lebih cepat lantaran petugas langsung datang ke rumah warga.

Program ini dilakukan serentak di 14 provinsi dengan menyasar 19.000 warga. Provinsi yang menggelar vaksinasi door to door ini merupakan daerah yang saat ini menjadi episentrum dari penularan Covid-19. Keempat belas provinsi itu yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Menyikapi hal tersebut, Direktur Makara Strategic Insight, Andre Priyanto, S.Sos., M.A.,M.Si, mengatakan bahwa disiplin prokes dan vaksinasi Covid-19 secara empiris terbukti mempercepat kembalinya aktivitas normal masyarakat.

“Disiplin prokes dan vaksinasi Covid-19 secara empiris terbukti mempercepat kembalinya aktivitas normal masyarakat”, ujar Andre.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan urgensi dari sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5M, serta partisipasi aktif dalam program vaksinasi. Hal ini agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal.

“Diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5M, serta urgensi partisipasi aktif dalam program vaksinasi. Hal ini agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal”, tambahnya.