Secara empiris, Covid-19 telah terbukti merubah tatanan sosial budaya masyarakat Indonesia. Seluruh elemen masyarakat, baik state aktor, civil society hingga pasar menghadapi tantangan-tantangan baru, termasuk bagaimana menjalankan kehidupan sehari-hari.

Indonesia telah memasuki era bernama Adaptasi Kebiasaan Baru. Roda ekonomi mulai digerakkan dan di saat yang sama, kita harus lebih waspada agar penyebaran virus dapat ditekan. Guna mewujudkannya, perlu diterapkan sejumlah tindakan pencegahan seperti disiplin prokes dan vaksinasi nasional, hal ini agar terciptanya hert immunity.

Terkait dengan hal tersebut, Analis Senior TITA (Taiwan-Indonesia Trade Association), Tulus J. Maha, mengatakan bahwa disiplin prokes dan vsksinasi akan mempercepat penanganan covid-19. Kedua produk kebijakan publik tersebut dapat mewujudkan era adaptasi kebiasaan baru (new normal) didalam masyarakat, sehingga roda perekonomian kembali berputar seperti sedia kala.

“Kebijakan publik yang berupa disiplin prokes dan vsksinasi akan mempercepat penanganan covid-19. Public policies tersebut guna mewujudkan era adaptasi kebiasaan baru pada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat urban. Diharapkan roda perekonomian akan kembali berputar seperti sedia kala di era adaptasi tersebut”, ujar Tulus J. Maha.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia harus belajar bersahabat dengan pandemi covid-19. Masyarakat perlu beradaptasi dengan eksternal environmentnya jika ingin kembali menjalankan roda kehidupan. Karena jika kita menunggu pandemi untuk berakhir tanpa melakukan apapun, maka potensi Gross Domestic Product (GDP) dan pendapatan negara dari sumber non migas akan tergerus.