Pemerintah telah menaikan alokasi plafon anggaran untuk UMKM sebesar Rp 285 triliun untuk tahun 2021. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 44 persen dibanding plafon anggaran tahun 2020 sebesar Rp 198 triliun. Kenaikan tersebut juga menunjang target pembiayaan bank ke UMKM hingga mencapai 30 persen pada 2024 mendatang.

Direktur Bisnis UMKM PT Bank Negara Indonesia (Persero) Muhammad Iqbal mengatakan guna mendukung dan mengejar target tersebut BNI menghadirkan solusi digitalisasi untuk UMKM melalui platform digiKU yang diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi UMKM saat ini.

“Dari segi pembiyaan BNI menyediakan berbagai platform yang bisa diakses oleh pelaku UMKM melalui digiKU dengan memberikan solusi digital dalam hal kemudahan permodalan, akses teknologi yang mudah, akses informasi yang mudah, kemudahan transasksi, memudahkan akses pasar,” ujarnya dalam Webinar Digitalisasi Pembiayaan UMKM, Sabtu (18/9/2021).

Melalui digiKU, BNI bersama Bank Himbara lainnya bersinergi dengan pelaku ekosistem digital sebagai bagiain dari Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain sinergi yang dilakukan antar Bank Himbara, keberadaan platform digiKU juga melibatkan kerja sama lembaga idEA termasuk e-commerce dan platform lainnya seperti Shoppee, Tokopedia, Bukalapak, Gojek, dan Traveloka.

“Dengan adanya digiKU tidak perlu khawatir soal permodalan karena ada Himbara yang mendukung pembiayaan yang mudah, cepat dan murah. Dengan proses yang serba digital seluruh pelaku ekosistem ekonomi akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam akses pembiayaan perbaikan. Sehingga tentunya e commerce yang bergabung berkomitmen mendukung gerakan ini,” pungkasnya.