Oleh : Savira Ayu )*

Angka pasien corona di Indonesia sudah turun drastis. Namun kita semua wajib waspada akan datangnya corona gelombang ketiga yang berpotensi kembali terjadi jika masyarakat abai Prokes.

Kita semua bernafas lega karena akhirnya jumlah pasien Covid menurun drastis. Jika 2 bulan lalu mencapai 50.000-an orang per hari, maka sejak agustus 2021 menjadi ‘hanya’ 4.000-an pasien per harinya, alias tidak sampai 10%. Menurunnya angka pasien corona karena kebijakan PPKM yang diberlakukan dengan ketat, sehingga mobilitas jauh berkurang dan penularan virus Covid-19 juga berkurang.

Akan tetapi jangan santai dulu ketika angka pasien corona menurun, karena ada potensi mengalami kenaikan. Para ahli epidemiologi emmprediksi di akhir tahun 2021 bisa terjadi corona gelombang ketiga, karena melihat kurva pasien pada 2 tahun ke belakang. Sehingga bisa diperkirakan, akan ada kenaikan jumlah pasien setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Prediksi epidemiologi memang belum terbukti, tetapi tidak ada salahnya berjaga-jaga. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Lebih baik memperketat prokes dan meningkatkan imunitas tubuh. Daripada sudah terlanjur kena corona lalu menahan sesak di dada selama 2 minggu, lalu mersakan efek after Covid yang membuat badan lemas.

Masa tenang harus membuat kita waspada, karena jika di masa tenang malah berbahaya karena orang merasa corona sudah minggat, padahal pandemi masih belum dinyatakan selesai oleh WHO. Ketika makin sedikit pasien Covid-19 di Rumah Sakit, maka jangan sampai ada pelonggaran protokol kesehatan di masyarakat.

Warga sipil jangan lengah dan melepas masker begitu saja karena makin sedikit yang kena corona. Penyebabnya karena masker adalah proteksi paling penting dari droplet yang membawa virus Covid-19. Bahkan kita masih harus mengenakan masker ganda, sesuai anjuran WHO, dengan posisi masker kain di luar dan masker medis di dalam. Tujuannya agar menaikkan tingat filtrasi droplet menjadi lebih dari 90%.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, baik ketika sampai di suatu tempat maupun sampai rumah. Saat bepergian jangan lupa pula bawa hand sanitizer untuk berjaga-jaga apabila kesulitan menemukan keran atau wastafel saat akan cuci tangan. Lagipula hand sanitizer harganya tidak terlalu mahal dan bisa dengan mudah didapatkan di minimarket.

Prokes lain yang wajib untuk ditaati adalah menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Jangan datang ke pesta atau acara yang berpotensi mengundang keramaian, karena mereka jelas melanggar prokes. Sanksi dari tim satgas penanganan Covid sudah menanti. Lagipula acara seperti itu jelas berbahaya karena bisa menyebabkan klaster corona baru.

Jangan pula datang ke tempat yang ramai seperti pasar, karena kita tidak tahu berapa persen orang di dalamnya yang memakai masker. Lebih aman untuk belanja via marketplace atau aplikasi tukang sayur. Jika terpaksa harus ke pasar, maka datanglah pagi atau habis subuh, karena relatif masih sepi dan belumterbentuk kerumunan.

Semua tindakan ini dijalankan agar kita semua selamat dari corona, karena jangan sampai masa tenang malah menghanyutkan banyak orang. Saat pasien Covid hanya sedikit maka jangan sampai bersantai dan malas menaati prokes, karena corona masih bisa mengintai diam-diam.

Kita semua wajib waspada akan potensi serangan corona gelombang ketiga yang diprediksi oleh ahli epidemiologi. Jangan sampai gara-gara malas pakai masker dan tidak menaati prokes lain, maka tertular virus Covid-19 dan jadi menderita selama 2 minggu. Tetaplah waspada karena pandemi belum dinyatakan selesai oleh WHO.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini