Anggota Komisi X DPR Putra Nababan sangat menyoroti dan memperhatikan pentingnya peran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dalam menekan risiko learning loss atau kehilangan pengalaman belajar. Sebab, learning loss akan berakibat pada kemunduran kualitas pembelajaran pada anak.

Untuk itu, Putra Nababan mendukung PTM terbatas di dapilnya Jakarta Timur yang saat ini merupakan wilayah PPKM level 3.

Hal itu pun sejalan dengan Pemerintah yang tengah mendorong sekolah di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM level 1-3 dapat menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) namun secara terbatas.

“Learning Loss yang kemungkinan besar dialami anak didik kita, mereka pendidikan jarak jauh. Jadi kita belum berkunjung ke SMK Mas Menteri. SMK yang selalu lebih mengutamakan menggunakan peralatan pendidikan, bagaimana mereka selama satu setengah tahun belajar dari rumah, begitu juga dengan fakultas kedokteran universitas-unversitas,” ungkap Politisi PDI Perjuangan tersebut saat meninjau PTM terbatas di tiga Sekolah Jakarta Timur,

“Jadi dalam konteks ini kami terus mendukung agar generasi Indonesia terutama generasi muda kita tidak mengalami dampak yang jauh dari kehilangan pengalaman belajar mereka ini,” sambungnya.

Lebih lanjut terkait PTM Putra menuturkan bahwa sejak Desember 2020 DPR sudah berkomunikasi dengan Mendikbudristek dan juga dengan Kementerian terkait untuk mempersiapkan aturan dan pelaksanaannya di level pemerintah daerah.

“Kami juga melakukan serap aspirasi, bulan demi bulan kita berkomunikasi terus dengan Mas Menteri bagaimana fit back dari daerah di seluruh Indonesia termasauk dari Jakarta Timur. Saya di Jakarta Timur sudah menyampaikan hasil uji coba di awal bulan ramadhan di beberapa sekolah di Jakarta Timur dan itu luar biasa bagusnya tapi karena ada beberapa varian baru (Delta) sehingga kita harus melakukan penundaan,” beber Putra.

Dengan adanya PTM yang telah dilaksanakan di DKI Jakarta sejak Senin (30/8) Putra pun sangat bersyukur. “Puji Tuhan, Alhamdullilah pada hari ini minggu ke 2 di DKI Jakarta, Mas Menteri melaksanakan pendidikan tatap muka dan menyaksikan langsung bagaimana dampakya luar biasa dan ini akan kami bawa dalam rapat di Komisi X DPR RI nanti.

Senada dengan Putra, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi menurun.

“Bahwa pelaksanaan PJJ di rumah mengalami pembelajaran tidak optimal, mengalami berbagai macam tantangan kesehatan mental, kebosanan, kesepian. Hari ini kita mengunjungi tiga sekolah dan Alhamdulillah dari observasi saya bahwa protokol kesehatan memang dilaksanakan dengan sangat disiplin di semua jenjang,” ungkap Nadiem.

Nadiem pun mengatakan bahwa untuk membuka pembukaan tatap muka itu adalah dukungan yang luar biasa dari Komisi X DPR. “Saya ingin mengucapkan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Pak Putra Nababan dan semua Anggota Komisi X DPR yang selalu senantiasa mendukung reformasi merdeka belajar tapi terutama di masa pandemi ini,” tandasnya.

“Saya mengucapkan apresiasi kepada seluruh instansi dan juga apresiasi kepada Bapak, Ibu Guru dan Kepala Sekolah apa yang selama ini sudah sabar, yang selama ini sudah dengan segala tantangan yang luar biasa beratnya, dengan segala full secara ekonomi juga bukan hanya dari sisi pendidikan dan juga masih semangat, masih memberikan semangat kepada adik-adik kita yang baru hari ini melihat senyumnya mereka,” pungkas Nadiem.