Syarat masuk Indonesia jadi hal yang banyak dipertanyakan bagi warga negara Indonesia (WNI) ataupun warga negara asing (WNA) yang hendak memasuki Indonesia di masa PPKM. Diketahui pemerintah memang kembali memperketat pintu masuk internasional demi mencegah varian baru Mu (B.1.621).


Pembatasan pintu masuk internasional dilakukan untuk perjalanan darat, laut, dan udara. Lalu apa saja yang harus disiapkan?

Syarat Masuk Indonesia: Pintu Masuk Kedatangan Internasional
Melansir dari laman Satgas COVID-19, syarat masuk ke Indonesia untuk WNI dan WNA hanya dapat melalui pintu kedatangan internasional tertentu, yaitu

  1. Perjalanan udara: Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) dan Bandara Sam Ratulangi (Manado)
  2. Perjalanan laut: Pelabuhan Batam dan Nunukan (Kalimantan Utara)
  3. Perjalanan Darat: Pos lintas batas negara (PLBN) Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat.

Pembatasan untuk perjalanan darat dan laut sudah berlaku efektif sejak 16 September 2021. Sementara perjalanan udara berlaku sejak 17 September 2021 hingga waktu yang belum ditentukan.

7 Syarat Masuk Indonesia
Ada 7 poin yang perlu diperhatikan untuk WNI dan WNA yang akan memasuki Indonesia di masa PPKM saat ini, yaitu:

  1. Setiap pelaku perjalanan internasional di titik pintu masuk perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
  2. Setiap operator moda transportasi di titik pintu masuk perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
  3. Penumpang WNI dan WNA dari luar negeri harus menunjukkan hasil negatif melalui tes PCR (H-3 keberangkatan) dam mengisi e-HAC Internasional Indonesia melalui aplikasi PeduliLindungi
  4. Penumpang WNA juga wajib memiliki asuransi kesehatan/perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan dalam melakukan karantina maupun perawatan COVID-19 selama di Indonesia.
  5. Pada saat kedatangan, penumpang akan dilakukan tes ulang RT PCR dan karantina selama 8×24 jam
  6. Penumpang melakukan tes ulang RT-PCR pada hari ke-7 karantina. Jika negatif diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan setelah hari kedelapan. Jika positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit.
  7. Kewajiban karantina dikecualikan kepada penumpang WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas (terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri) dan melalui skema Travel Corridor Arrangement.