Kementerian Investasi menegaskan rangkaian kegiatan vaksinasi ditujukan untuk memperlancar aliran ekonomi yang tersendat akibat covid-19. Baik pusat maupun daerah, vaksinasi berperan penting dalam pemulihan ekonomi sekaligus investasi. 

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat, vaksinasi ditargetkan selesai seluruhnya pada 2022 mendatang. Setelah itu, baru semua pihak dapat mulai beraktivitas ekonomi dengan lebih luwes. 

“Pelayanan tidak akan dapat dilakukan secara maksimal dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Bupati kalau kita masih meragukan kesehatan. Investasi akan susah masuk,” ujar Bahlil dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta.

Untuk itu, Menteri Investasi yang merupakan putra daerah mengapresiasi penuh Bupati Fakfak Untung Tamsil beserta jajaran, yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi untuk masyarakat di halaman Kantor Pemkab Fakfak.

Sejalan dengan itu, dirinya juga mengimbau seluruh masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi covid-19. Karenanya, vaksinasi di daerah perlu dilaksanakan secara masif oleh pemda terkait.

Mau tidak mau, lanjutnya, ke semua upaya ini akan berkaitan erat dengan pemulihan ekonomi daerah. Ia mencontohkan ada banyak hal yang membutuhkan pemenuhan ketentuan vaksinasi. 

“Orang mau masuk ke kota (Fakfak), mau investasi, kunjungan pariwisata, yang pertama dicek berapa banyak vaksinasi yang telah dilakukan. Itu syarat mutlak,” ungkap Bahlil.

Bupati Fakfak Untung Tamsil mengapresiasi kehadiran langsung Menteri Investasi/Kepala BKPM ke Kabupaten Fakfak. Untung menjelaskan, vaksinasi yang akan dilakukan saat itu diperuntukkan bagi 1.000 masyarakat Fakfak.

Untung juga mengatakan, Pemkab Fakfak akan terus mendukung program pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi. Dan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi covid-19 ini.

Sebelumnya, Menko Airlangga Hartarto mengatakan, hingga 27 September 2021 pukul 15.00, total vaksinasi Dosis-I adalah 87,42 juta penduduk (42%), Dosis-II sebanyak 49,1 juta (23,58%), dan Dosis-III adalah 911.000.

Adapun capaian vaksinasi di 10 Kab/Kota PPKM Level 4 di luar Jawa Bali per 26 September 2021, ada 4 Kab/Kota yang angkanya sudah di atas rata-rata nasional (41,65%) yaitu Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan, dan Kab. Bulungan.                                                        

Sementara itu, capaian vaksinasi pada daerah penyelenggara kegiatan olahraga, khususnya PON, jumlah vaksinasi pada lima Kab/Kota penyelenggara yakni Dosis-1 rata-rata 62,4% dan Dosis-2 rata-rata 39%. 

“Sementara, untuk penyelenggara World Superbike di Mandalika, lima Kab/Kota di Lombok telah mencapai vaksinasi Dosis-1 rata-rata 35,58% dan Dosis-2 rata-rata 13,9%,” ungkap Menko Airlangga.

Korban Terpapar Terus Melandai
Selain itu, Menko Airlangga mengatakan, penanganan covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan dan penurunan kasus, melanjutkan tren perbaikan yang telah terjadi sejak awal Agustus yang lalu. 

Jumlah Kasus Aktif per 27 September 2021 sebanyak 40.270 kasus, telah menurun 92,98% dari puncak kasus aktif data per 24 Juli 2021 (574.135 kasus). Demikian juga jumlah kasus konfirmasi harian, yang selama 6 hari berturut-turut di bawah 3.000 kasus.

Kondisi ini harus terus dijaga dan dipertahankan, dengan membangun kewaspadaan terhadap berbagai potensi munculnya gelombang baru.

Laju penyebaran kasus yang dilihat dari angka Reproduction Number (Rt) yang ada di bawah 1, menunjukkan bahwa Indonesia mengalami perbaikan yang signifikan. 

Dari data ourworldindata.org tercatat bahwa per 1 Juli 2021 Rt Indonesia sebesar 1,35. Namun pada 21 September 2021 sudah menurun tajam sehingga Rt Indonesia sebesar 0,62, jauh lebih rendah dari Singapura 1,71 dan Malaysia 0,92.

Lantas Airlangga juga menyampaikan, kondisi ini menggambarkan setiap 1 kasus covid-19 di Indonesia secara rata-rata menularkan ke 0,62 orang. Jadi, jumlah transmisi kasus terus berkurang dan laju penularan kasus di Indonesia sudah cukup terkendali.

“Laju Penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin terkendali, di mana Rt seluruh Provinsi telah berada di bawah 1. Lima provinsi dengan nilai Rt tertinggi yaitu Maluku (0,88); Gorontalo (0,86); Jateng (0,82); DKI Jakarta (0,82); dan Banten (0,79),” papar Airlangga.