Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berupaya mengejar cakupan vaksinasi remaja usia 12-17 tahun di Jakarta yang tersisa sebesar 15 persen dari target sasaran. Upaya percepatan vaksinasi, salah satunya dilakukan dengan mengajak peran serta aktif dari Komite Sekolah.

“Cara yang akan kita tempuh untuk memberikan pencerahan dan edukasi kepada orang tua salah satunya melalui kekuatan Komite Sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Harapannya, melalui pendekatan Komite Sekolah bisa mengajak para peserta didik supaya divaksin,” ujarnya.

Widyastuti menjelaskan, upaya lain yang akan dilakukan yakni dengan pendekatan kelompok sebaya (peer group) dengan maksud agar pelajar dapat menjadi agen perubahan bagi teman sebaya di lingkungan sekolah, rumah, bahkan orang tua mereka.

“Ketidaksepahaman dan izin orang tua menjadi alasan 15 persen anak di DKI Jakarta berusia 12-17 tahun belum divaksin. Kita terus edukasi dan sosialisasi, terlebih saat ini banyak pilihan vaksin yang bisa digunakan,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ada sekitar 792.000 anak usia 12-17 tahun ber-NIK DKI yang sudah mendapat vaksin COVID-19 dosis pertama. Sedangkan, target vaksinasi remaja usia 12-17 tahun di Jakarta mencapai 1.000.121 orang.

“Angkanya terus dinamis, selalu ada overlay atau padanan data antara KPC-PEN dengan data dari Dinas Dukcapil maupun data Dinas Pendidikan. Sebab, juga tidak semua peserta didik ini ber-KTP DKI, meski demikian tetap dilayani untuk vaksinasi,” tandasnya.