Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang diadakan di tengah pandemi disebut sebagai tantangan tersendiri. Pasalnya, upaya memastikan keamanan dan kesehatan harus benar-benar ditegakkan melalui berbagai strategi, tak hanya oleh pemerintah, namun juga segenap elemen yang terlibat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan, hingga saat ini PON XX berjalan baik. Pertandingan berlangsung lancar, dengan prokes yang terjaga sesuai peraturan. Sementara, pengawasan terus dilakukan, baik oleh Kementerian Kesehatan maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ini adalah kerja sama semua pemangku kepentingan, semua turun bergotong royong tanpa harus melihat fungsi. Pengawasan juga terus dilakukan berkeliling, bahkan oleh Bapak Kepala BNPB. Bapak Menkes juga menengok langsung pelaksanaan Prokes di lapangan,” kata Zainudin dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN

Beberapa prinsip perlindungan kesehatan yang diterapkan dalam PON XX Papua disebut merupakan pembelajaran dari Olimpiade Tokyo, misalnya sistem bubble to bubble, penerapan tes Covid-19 secara reguler, minimal tes antigen, kepada para atlet, hingga memastikan semua yang hadir telah menerima vaksinasi penuh.

“Terpenting, semua yang terlibat sudah tervaksin. Termasuk masyarakat sekitar, seperti ditargetkan oleh Bapak Presiden agar 60-70 persen sudah tervaksin,” jelas Zainudin.

Ketentuan tersebut bertujuan memaksimalkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat setempat. Terlebih, PON XX menjadi kegiatan yang telah dinantikan warga Papua. Menurut Zainudin, meski tak tahu kapan pandemi berakhir, maka seluruh kegiatan harus dijalankan dengan prokes ketat, seraya terus mengedukasi masyarakat.

Proteksi Kesehatan di PON XX Papua
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah PON XX Papua Suwarno menjelaskan alur khusus yang ditetapkan kepada setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan. Antara lain, atlet sudah harus divaksin sebelum berangkat ke Papua, serta menjalani tes PCR dan isolasi di provinsi masing-masing.

Setelah tiba di lokasi, peserta kembali melakukan tes antigen dan diakomodasikan berdasar cabang olahraga. Adapun kegiatan yang diizinkan hanya dari tempat akomodasi ke tempat pertandingan, tanpa peluang mengunjungi tempat lain di luar agenda yang ditetapkan, sesuai prinsip sistem bubble.

“Di tempat akomodasi, bila bergejala langsung di tes antigen, bisa berlanjut PCR. Kalau positif, diisolasi dan dilakukan tracing untuk sekitarnya. Atlet yang akan bertanding dengan body contact seperti wushu atau gulat, dilakukan tes antigen sebelum bertanding,” ujar Suwarno.

Kemudian sebelum pulang, atlet akan kembali menjalani tes PCR. Setibanya di provinsi masing-masing, Suwanto mengharapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi dapat memberikan kesempatan isolasi agar atlet betul-betul dipastikan dalam keadaan sehat.

Suwanto menegaskan, kesuksesan PON XX Papua membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, penyelenggara, partisipan, berbagai lembaga, TNI dan Polri yang memiliki fungsi ganda sebagai penjaga keamanan dan membantu pengawasan prokes di lapangan, serta masyarakat setempat.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional Alexander Ginting menyatakan, saat ini Maluku dan Papua berada pada level 2 PPKM. Masyarakat setempat didorong untuk berdisiplin menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment), serta menjalani vaksinasi setidaknya satu kali.

“Kita sosialisasikan juga bahwa kalau bergejala, jangan keluar rumah atau ke lokasi, periksa dulu ke dokter agar tidak terjadi transmisi. Kemudian gerakan maskerisasi, didorong supaya menjadi budaya atau etos kerja setempat khususnya terkait pelaksanaan PON XX,” tambahnya.

Sejauh ini, penerapan pedoman dari pemerintah serta aturan teknis lain dinilai berjalan baik, termasuk soal aturan kapasitas, larangan tenda ‘nonton bareng’ di lokasi, tidak ada kerumunan, tes Covid-19, juga kerja sama dengan tim Satuan Tugas Covid-19.

“Kita jaga bersama agar PON XX dan daerah tersebut tidak menjadi episenter,” kata Alexander.