Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan, penyelenggaraan PON XX di Papua mendapat apresiasi internasional. Muhadjir menyebut, seiring kesuksesan pelaksanaan PON, pemerintah akan menjadikan Papua sebagai sentra olahraga nasional.

“Bapak Presiden (Jokowi) insya Allah akan merestui untuk Provinsi Papua ini akan menjadi Provinsi Olahraga Nasional. Dan salah satu titik sentral yang akan menjadi pusat perhatian adalah di Kabupaten Mimika,” ujar Muhadjir dalam keterangan, Selasa (5/10).

Muhadjir mengatakan, arena-arena dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Klaster Kabupaten Mimika telah berstandar internasional, salah satunya adalah arena biliar. Penyelenggaraan PON pun mendapat apresiasi internasional.

Muhadjir mengatakan, selain arenanya yang berstandar dunia, seluruh peralatan tanding biliar yang digunakan juga telah berstandar internasional. Hasil tersebut, lanjutnya, terwujud berkat kerja keras seluruh pihak seperti Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), PB PON, Kemenpora, dan Pemda Mimika.

“Karena standar internasionalnya sudah terpenuhi, maka seharusnya juga dari sini akan melahirkan atlet-atlet yang berkaliber internasional,” kata dia.

Muhadjir juga mengapresiasi kerja keras Kemenpora dan seluruh pihak yang telah mensukseskan PON XX Papua. Dia mengatakan, ajang PON XX telah mendapatkan apresiasi dunia internasional.

“Kemarin event pembukaan juga mendapatkan apresiasi bukan hanya dari Pak Presiden, tapi juga dunia internasional menganggap event ini sangat luar biasa sangat tepat,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, diadakannya PON di Bumi Cendrawasih merupakan ajang untuk menunjukkan persatuan dan kesatuan Indonesia di mata dunia internasional. “Karena ini sebagai suatu upaya pemerintah untuk meyakinkan kepada dunia internasional bahwa tanah Papua adalah merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

PON Papua berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga yang dibagi pelaksanaannya di empat daerah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Meski baru dibuka pada 2 Oktober kemarin, ada beberapa cabang olahraga yang sudah memulai jalannya kompetisi dan perebutan medali sejak pertengahan September lalu.