Kereta cepat Jakarta-Bandung dikabarkan akan beroperasi pada tahun 2022. Kereta modern ini bisa menjadi alternatif pilihan transportasi umum dari Jakarta-Bandung, dan sebaliknya. Kereta menjadi salah satu transportasi yang banyak digunakan masyarakat. Dari data yang dihimpun oleh databoks, jumlah pengguna layanan kereta api mencapai 14,3 juta per Maret 2021. Jumlah tersebut naik sekitar 24,44% dari bulan sebelumnya.

Popularitas kereta api di Indonesia memicu lahirnya beragam jenis kereta, salah satunya kereta cepat Jakarta-Bandung. Apa Itu Kereta Cepat Jakarta-Bandung? Kereta cepat ini merupakan moda transportasi masal yang beroperasi dari wilayah Jakarta menuju Bandung dan sebaliknya. Kereta cepat ini menggunakan CR400AF generasi terbaru jarak operasi 142,3 km. Transportasi ini melalui empat stasiun pemberhentian yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar. Jumlah kereta cepat Jakarta-Bandung yaitu ada 11 trainset dengan 2 trainset sebagai kereta cadangan dan pengganti. Kereta cepat ini memiliki kapasitas sebanyak 601 penumpang.

Harapannya, kereta ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat yang hendak menuju wilayah tujuan tersebut. Pembangunan proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2022. Tanggal 18 Mei 2021, Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan proyek ini. Menurut penuturan Beliau, proyek ini sudah mencapai 73% dan akan mejalani uji coba pada akhir 2022.

Menurut penjelasan dalam laman kcic.co.id, kepemilikan kereta cepat ini yaitu perusahaan konsorsium BUMN Indonesia di bawah PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China di bawah Beijing Yawan HSR Co Ltd. Pembagian saham kedua perusahaan pengelola tersebut yaitu PSBI 60 persen dan Beijing Yawan 40 persen.

Sementara itu, kehadiran infrastruktur transportasi berbasis kereta cepat ini akan menjadi sarana pengembangan sentra ekonomi baru di koridor Jakarta dan Bandung serta menjadi salah satu moda transportasi andalan dan kebanggaan Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sesuai dengan Peraturan Presiden tentang Percepatan Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung, secara keseluruhan jalur proyek kereta cepat ini berawal dari Halim, Jakarta sampai dengan Tegal Luar, Kabupaten Bandung, yang akan berhenti di empat stasiun. Panjangnya 142 kilometer, yang sebagian besar menggunakan jalur jalan tol.

“Pusat bisnisnya ada di Kerawang, di sana ada bisnis center dan macam-macam. Di Walini (salah satu daerah yang dilewati kereta cepat) pemerintah akan membangun betul-betul dengan green konsep jadi lingkungannya yang sehat dan baik. Di Walini juga akan ada health center, universitas, riset semua dapat dicapai dengan waktu yang singkat. Tegal luar akan menjadi pusat industri atau inovasi.”

Selain itu, proyek kereta Jakarta dan Bandung tersebut juga akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dengan munculnya atau terbentuknya kawasan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang diantaranya akan menciptakan lapangan kerja baru di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya. (*)