Jakarta – Usai terjadinya gelombang kedua di Indonesia pada Juli 2021, beberapa ahli kembali memperkirakan akan terjadi serangan gelombang ketiga pada Desember mendatang. Gambaran nyatanya, karena Indonesia akan kembali menghadapi libur panjang akhir tahun pada Desember 2021 mendatang. Libur panjang biasanya diikuti dengan mobilitas penduduk. Kemudian berujung lonjakan kasus positif Covid-19.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi terjadinya gelombang ketiga? Radian Jadid, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI, mengatakan, jika banyak hal yang bisa dilakukan secara bersama antara masyarakat dan stake holder terkait, termasuk pemerintah dan aparaturnya.

Pertama, bagi yang terpapar atau ada yang mengetahui bahwa keluarga atau tetangganya sekitarnya terpapar, hendaknya segera melaporkan ke faskes atau aparat pemerintahan terdekat. “Karena hal ini akan memudahkan dilakukannya 3T sehingga potensi menjadi klaster baru dapat diperkecil,” kata Jadid, Rabu (13/10).

Kedua, harus dipahamkan pada masyarakat tentang fungsi vaksin adalah sebagai tindakan proteksi untuk mengurangi empat risiko terhadap suatu penyakit. Di antaranya kematian, jatuh ke kondisi berat, kondisi sakit sedang, dan risiko tertular. Bahwa vaksinasi utamanya ditujukan untuk pencegahan terhadap infeksi berat atau kematian. Bukan perlindungan utama terhadap infeksi.

Ketiga, protokol kesehatan, assesmen dan pengawasan terhadap pelaksanaan PTM, pembukaan tempat hiburan, tempat perbelanjaan dan fasilitas umum mutlak dijalankan. Menurutnya, Dinas Kesehatan terkait harus dilibatkan penuh dalam pengawasan pelaksanannya. Keempat, upaya penanganan PMI dan semua kedatangan dari luar negeri harus jelas dan baku sesuai SOP yang berlaku.

Terakhir, Jadid mengungkapkan, bahwa semua potensi yang memungkinkan naiknya kembali kasus COVID-19 harus diantisipasi dan diminimalisir sejak dini. Vaksinasi untuk mencapai setidaknya 70 persen penduduk guna memenuhi ketentuan dan syarat pemberlakukan herd immunity harus terus digencarkan dengan berbagai cara.

“Hingga saat ini protokol kesehatan masih menjadi kunci dalam menghentikan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Pemerintah dan instansi terkait tidak boleh kendur dan harus tetap menjalankan 3T. Dengan berbagai langkah dan antisipasi ini, harapannya gelombang ketiga serangan COVID-19 tidak terjadi, dan pandemi COVID-19 segera berlalu. Semoga,” pungkas Jadid. (*)