Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik terhadap berbagai kebijakannya. Hal ini diungkapkan Jokowi dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), di Gedung MPR.

“Begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan. Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggung jawab, sebagaimana yang diharapkan rakyat” kata Presiden .

Presiden memahami bahwa ada kepenatan, kejenuhan, kelelahan, kesedihan, dan kesusahan yang diakibatkan Pandemi Covid-19. Ia pun berterima kasih pada seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari warga negara yang aktif dan terus ikut membangun budaya demokrasi.

Pandemi, kata dia, telah mengingatkan kepada semua untuk peduli kepada sesama. Penyakit yang diderita oleh seseorang akan menjadi penyakit bagi semuanya. Dengan budaya yang selalu saling peduli dan saling berbagi, Presiden mengatakan masalah yang berat bisa lebih mudah terselesaikan.

“Penyelesaian pribadi tidak akan pernah menjadi solusi. Penyelesaian bersama menjadi satu-satunya cara,” kata Jokowi.

Senada dengan pernyataan Presiden tersebut, Juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menegaskan Jokowi selalu terbuka terhadap kritik. Menurut Fadjroel, kritik merupakan jantung demokrasi.

“Presiden sudah tersenyum, tertawa, legawa apalagi-lah bahasanya. Beliau itu senang sekali melihat di Indonesia kritik itu tetap ada, beliau senang sekali. Mau dari mahasiswi UI, mahasiswa ITB, UGM atau apa pun, beliau senang, berarti karena beliau percaya bahwa kritik itulah jantungnya demokrasi,” kata Fadjroel dalam perbincangan di akun Instagram-nya seperti dilihat.