Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan bahwa ada rencana penghapusan bensin jenis premiun dan pertalit mulai tahun depan. Nantinya, masyarakat hanya akan menggunakan bensin bahan bakar minimal RON 92 atau jenis pertamax. Perbedaan paling kentara antara pertalite dan pertamax bagi orang awan adalah harganya. Tapi perbedaan harga itu pun berhubungan dengan kualitas bahan bakarnya, terutama nilai oktan. Bilangan oktan (octane) bahan bakar mempengaruhi kinerja mesin.

Melansir situs resmi ESDM, penghapusan dua jenis BBM itu dilakukan pemerintah dalam rangka memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM yang ramah lingkungan. BBM yang dinilai ramah lingkungan yakni memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) di atas 91. Diketahui, premium memiliki RON 88, dan pertalite memiliki RON 90.

“Kita memasuki masa transisi di mana premium (RON 88) akan digantikan dengan pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih, 20 Desember 2021 yang lalu.

Menurutnya, masa transisi BBM ini ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait penggunaan BBM dengan kualitas yang lebih baik. Oleh karena itu, nantinya pertalite akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik atau ramah lingkungan. “Ada masa di mana pertalite harus dry, harus shifting dari pertalite ke pertamax,” kata dia.

Di sisi lain, Corporate Secretary Subholding Commercial & Trading Pertamina Irto Ginting mengatakan bahwa keputusan penghapusan Premium adalah murni kewenangan pemerintah. Pihaknya hanya menjadi pelaksana tugas yang sudah diamanahkan. “Kami sebagai pelaksana yang diberikan penugasan. Tentunya untuk suplai maupun jalur pendistribusian BBM berkualitas akan kami siapkan untuk kebutuhan masyarakat,” ucap Irto, Selasa (21/12/2021).

Ia turut menambahkan, Pertamina bakal terus mengedukasi pentingnya pemilihan jenis BBM yang berkualitas sesuai dengan spesifikasi kendaraan masing-masing. Sesuai data yang ada disampaikan bahwa ada 3 langkah utama dalam menghapus BBM Premium dan Pertalite.

  1. Langkah pertama, pengurangan bensin Premium disertai edukasi dan kampanye mendorong konsumen menggunakan BBM beroktan 90 ke atas.
  2. Langkah kedua, pengurangan jumlah bensin Premium dan Pertalite di SPBU disertai edukasi dan kampanye untuk mendorong penggunaan BBM beroktan 90 ke atas.
  3. Langkah ketiga, simplifikasi produk bensin di SPBU yang hanya jadi 2 varian, yakni Pertamax dengan oktan 91/92 dan Pertamax Turbo dengan oktan 95. (*)