Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan alur lalu lintas keluar masuk hewan ternak. Hal ini dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Kepala Biro Humas Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengatakan, pertama pihaknya melakukan pengetatan dan pengawasan lalu lintas khususnya hewan rentan PMK di seluruh pintu keluar dan masuk. 

“Pengendalian lalu lintas hewan rentan ini bertujuan untuk mempertahankan pulau-pulau atau wilayah yang masih bebas PMK tetap terjaga dan aman dari PMK,” ujar Kuntoro dalam siaran update perkembangan penanganan PMK.

Kedua, dia menjelaskan, ternak dari zona hijau atau daerah bebas PMK dapat dilalulintaskan ke zona hijau lainnya. Kemudian yang ketiga, ternak dari zona hijau dapat dilalulintaskan ke zona merah dengan syarat ternak tersebut siap dipotong atau untuk kebutuhan hewan kurban.

Kuntoro memberi catatan, sebelum dilalulintaskan, hewan ternak harus dilakukan tindakan karantina selama 14 hari di instalasi karantina hewan atau instalasi lain yang sesuai dengan aturan perkarantinaan di bawah pengawasan petugas Karantina Pertanian.

“Sementara itu pengawasan hewan ternak dalam satu pulau dari zona hijau ke zona hijau lainnya dilakukan pengawasan checkpoint yang diawasi oleh dinas peternakan provinsi atau kabupaten,” kata dia. Kuntoro menuturkan, masa 14 hari karantina diperlukan sebagai bagian dari manajemen risiko penyakit mengingat masa inkubasi virus PMK 14 hari, sehingga diharapkan deteksi dini terhadap kasus PMK dapat diketahui lebih awal di tempat asal.

Dia menambahkan, bahwasannya Kementan berkomitmen untuk tidak menghambat dan tidak menyulitkan pergerakan dan pasokan hewan ternak khususnya menyambut Iduladha 1443 Hijriah.