Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar vaksinasi ketiga atau booster dan disiplin penerapan protokol kesehatan dapat terus ditingkatkan. Sehingga dapat terus mendukung penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang sedang dilakukan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam rapat terbatas terkait evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam rapat evaluasi kebijakan PPKM tersebut, Jokowi mengungkapkan kasus Covid-19 di Tanah Air per 3 Juli 2022 mencapai 1.614 kasus. “Dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga,” kata Jokowi.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya peningkatan laju vaksinasi booster dan disiplin protokol kesehatan perlu digaungkan kembali.

Diungkapkannya, hingga saat ini realisasi vaksinasi booster secara nasional masih mencapai 24,5%. Karena itu, ia meminta Kapolri, Panglima TNI, Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendongkrak laju vaksinasi booster.

“Seperti kita lihat angkanya vaksinasi booster nasional 24,5%. Saya kira ini terus kita dorong. Saya minta Kapolri, Panglima TNI dan juga Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk mendorong terus agar vaksinasi booster bisa dilakukan, terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar masyarakat yang tinggi,” terang Jokowi.

Kemudian, Jokowi meminta jajarannya untuk menggaungkan kembali disiplin penerapan protokol kesehatan untuk mencegah terjadi penyebarluasan Covid-19.

“Juga perlu kita gaungkan kembali, pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting, karena kita tidak mau pengendalian Covid-19 ini bisa mengganggu ekonomi kita,” ujar Jokowi.